April 16, 2013


Ada kala nya saya tertawa miris. Merasa dipecundangi oleh kata dan baris. Seakan akan mereka memperolok sinis. ”Hey, kau tak akan pernah mencapai garis!”

Ya apalah dikatakan. Semua yang pernah dirasakan. Menjadi satu baur dalam resapan. Menjelma menjadi ungkapan menawan.

Kepada siapalah itu pernah ditujukan. Tak pernah jadi urusan. Tak semestinya dihadapkan. Karena itu hanyalah lampau. Tak mestinya dihirau.

Tapi ya jangan marah. Karena diri ini sangat peduli. Tapi tenang saja, nyatanya hanya bisa pasrah. Menggigit jari, mengobati hati.

Tiap insan kan pasti punya cerita. Yang berujung bahagia tawa. Atau terpuruk nestapa. Ya walaupun kali itu tema nya jatuh cinta.

Jangan salahkan dia yang merasa. Karena memang debar itu ada. Pernah ada. Pernah dimulai. Dan mestinya sudah selesai.

No comments:

Post a Comment