September 02, 2012

Apa Yang Mereka Katakan Picisan


Tergambar jelas rona indah hasil guratan ingatan akan pesona
Yang hanya bisa tertangkap lantas disimpan
Tanpa nyatakan setelahnya

Kau lelaki berikan pesona tanpa jeda
Ketika mereka serukan hanya paras mu saja
Aku mengatakannya dengan irama lain

Kau bukan lah paras mu
Kau adalah hati mu

Sejauh mengenalmu hanya dari rupamu
Tak pernah ada beda nya

Namun kali ini lain
Kau membungkam ku dengan semua kenyataan hidupmu
Kisah mu
Dan langkah mu

Demi langit yang kelam dengan butiran bintang,
Ada lain terselip di hati
Sesuatu yang nampaknya akan selalu terbatasi
Walau tak mampu dikurangi

Kau tahu,
Terdapat batasan bias terhadap mana yang boleh dan benar dan mana yang tidak
Mereka bilang itu norma

Namun, sebenarnya ini bukan norma
Ini adalah ketakutan
Hasil elaborasi logika yang biasa nya pasti

Kau teralu elok
Kau teralu indah
Hingga hanya mampu terekam sebatas memori
Yang selalu hadir di tiap denting waktu yang bergulir

Karena kau teralu jauh
Tiada tangga sampai
Tiada usaha capai

Hingga ku hanya rantaikan langkah
dan menyeret jejak

Bodoh ku sapa, kau terlewat
Tak heran mengapa
Kau lelaki pujaan setiap wanita

Yang hanya dapat ku nikmati dari tiap balik dinding beku itu
Tanpa sapa setelah nya

Sudahlah,
Teralu tolol untuk impikan
Biarkan saja aku terus merantai langkah ini
Biar ku tidak teralu jauh berjalan

Biarkan saja ku kekang sayap ini
Biarku tak malambung jauh

Bairkan aku tetap di tanah
Diam, sehingga pasir itu tak membawa ku teralu jauh ke dalam

Biarkan aku menyairkan namamu dalam doa
Biar semesta bernyanyi dan angin menyampaikan
Dan Tuhan mendengar

Mana tahu waktu mendekatkan.

No comments:

Post a Comment