July 14, 2013

Jelita

Selalu samar paras nya dalam keheningan
Nampak ingin pergi tapi terlempar kembali
Membawa nafas syahdu dari yang pernah ditinggalkan
Karena hadirnya membawa gelintir pedih dan lirih yang tak sempat tersampaikan

Jelita namanya
Setiap waktu embun bermain di antara kilat matanya
Setiap kali bait nyanyian udara bersemayam pada suaranya
Seakan waktu pun tak punya cara, bagaimana mengulang dan menyimpan segala rupa padanya dalam suatu jeda

Maaf
Hanya ini yang dapat dikatakan
Kau selalu berada di dalam radang
Ketika nafas terhela mata memejam
Ketika diri terdiam dan biarkan terbawa suasana

Bukan maksud hati untuk memadu
Kengerian sumpah dan kerancuan gelisah
Jelita
Maafkan saat saya berbisik pada senja,

Lumatkan dia.
Hancurkan saja.
Jangan sapukan bayangan

Tiap cahaya memandikan insan. 

No comments:

Post a Comment