July 14, 2013

Jika hanya ini yang semesta mau, biarlah. Tiap kehidupan miliki ceritanya sendiri. Yang terkadang sanggup dibagi atau hanya sebatas ditutupi. Tak semua makna berurusan dengan nyata, dan tak semua yang galak itu menyala. Dan jika ini berurusan dengan semesta, biarlah. Karena hanya angin yang membawa, berbisik, dan langit membaca. Tapi jangan salahkan jika hati ini sedikit mencela, karena selalu ada bias warna pada laut. Yang memanjakan insan dengan segala kisah legenda dan imajinasi berasas nafsu. Tak ada yang tahu, karena sering semesta membungkam. Karena langitpun tak tahu, anginpun tak mendengar. Lalu seringnya menyalakan siapa? Matahari?

Jika ini yang semesta ingin, berilah. Karena terkadang kita hanya bisa merenyuk padanya. Berdoa, katanya. Padahal yang diminta adalah kemunafikan dan segala raya yang mematikan. 

No comments:

Post a Comment