July 10, 2012

Selamat Pagi

Pagi ini pagi yang sama
Pagi ketika bangun dengan mata terbuka dan hembusan nafas sadar pertama
dan juga dengan perih yang sama

Selamat pagi, Dunia

Tak mengapa ku menyapa dengan gelintir pedih di dada
Terselipkan nyeri menusuk tiap hela
Mengalir kegetiran seakan di darah

Lara adalah bimbing semesta
Menuju dewasa dalam makna harmonisasi jiwa
Saat pedih itu berbuah tangis, tak tahu kapan,
sesungguhnya akan datang manis


Biarkan tiap hela mengalirkan ketenangan
Walau degup pilu menyerta di tiapnya
Biarkan jiwa merasa
Lantas sendu ini menjadi biasa

Selamat pagi, Dunia


Pagi ini hanya percaya

Insan ini sedang berjuang
Insan ini sedang belajar

Luka adalah lumrah









No comments:

Post a Comment